Tugas Bahasa Indonesia 24/1/2024 "Teks Resensi Buku"
A. Identitas Karya
1. Nama Buku: World War Z
2. Penulis Buku: Max Brooks
4. Tahun Terbit: 2006
5. Cetakan Buku: Soft Cover/Paperback
6. Tebal/Halaman: 342
7. ISBN: 0-307-34660-9
B. Orientasi
Buku ini bergenre horor dan fiksi pasca apokaliptik. Pada tahun 2003 Max Brooks memenangkan Primetime Emmy Award untuk Penulisan Luar Biasa untuk Program Variasi, Musik, atau Komedi, lalu pada 2007 buku audio World War Z memenangkan Audie Award untuk Multi-Voiced Performance.
C. Sinopsis
"Kita sudah bertahan hidup melewati kiamat zombie, tetapi berapa banyak dari kita yang masih digentayangi oleh masa-masa yang sangat buruk itu? Kita sudah (Untuk sementara?) mengalahkan para mayat hidup, tapi apa biayanya? Diceritakan melalui suara-suara yang menghantui dari pria dan wanita yang menyaksikan kengeriannya secara langsung. World War Z adalah satu-satunya catatan tahun-tahun wabah."
D. Analisis Karya
Penyampaian cerita World War Z yang disampaikan melalui interview sangat unik dan membuat buku ini lebih realistis, ditambah dengan pengunaan bahasa yang kasual membuat para karakter yang diwawancarai lebih hidup. Unsur interview dalam buku ini membuat kita lebih mengerti dunia yang sedang buku ini ceritakan. Buku ini membuat kita membayangkan kondisi dunia di dalam buku yang sudah sangat kelam dan tanpa harapan, sangat cocok bagi penggemar genre apokaliptik.
E. Evaluasi
'Tak Ada Gading Yang Tak Retak" Peribahasa itu juga berlaku bagi buku ini. Buku ini yang hanya tersedia dalam bahasa Inggris mungkin akan menyusahkan beberapa pembaca, ditambah dengan beberapa kata yang mungkin sulit dipahami atau tidak diketahui oleh pembaca. Sifat beberapa cerita didalam buku ini yang terlalu merinci mungkin dapat membuat beberapa orang tidak tertarik dengan buku ini dan ya, ada cukup banyak bagian seperti itu.
Namun, dengan segala kekurangannya World War Z menebusnya dalam intesitas dan kerealistisan cerita. Tingkat detail dalam buku ini mirip dengan karya Tom Clancy yang dikenal sangat mendetail, mungkin buku ini akan cocok di mata beberapa penggemar Tom Clancy. untuk penggemar horror, buku ini pantas untuk dibaca. Cerita ini mungkin hanya butuh perbaikan pada beberapa karakter yang terasa kurang menarik, namun selebihnya Max Brooks sudah membuat sebuah karya yang bagus mengingat ini adalah buku keduanya.
